Demokrasi dan Perkembangannya

 

1.1  Demokrasi dan Perkembangannya

Demokrasi hingga saat ini telah mengalami modifikasi berdasarkan faktor-faktor yang telah mempengaruhinya di suatu negara. Namun, seluruh demokrasi yang tersebar di berbagai negara seperti demokrasi konstitusionil, demokrasi parlementer, demokrasi terpimpin, demokrasi sosial, dan masih banyak lagi, memiliki inti gagasan yang telah mengakar sejak kemunculannya di zaman Yunani Kuno. Inti gagasan demokrasi yang telah diterima ( taken for granted) banyak kalangan di seluruh dunia saat ini berasal dari bahasa Yunani yakni demos (rakyat) dan kratos/kratein (kekuasaan/berkuasa) yang artinya rakyat berkuasa.[1] Pada pelaksanaannya demokrasi bisa saja berbeda-beda di setiap negara tetapi acuan dasar tentang demokrasi tetaplah sama.

Demokrasi merupakan paham yang dapat dikatakan sudah tua di dunia ini, namun hingga saat ini tetap menjadi sistem yang banyak dianut oleh negara-negara modern. Terdapat perbedaan pada pelaksanaan pemerintahan demokrasi antara masa sekarang dengan masa lalu (Yunani Kuno). Pada masa Yunani Kuno jalannya sebuah pemerintahan demokrasi dijalankan secara langsung oleh rakyatnya. Tetapi pada masa modern seperti sekarang, pemerintahan demokrasi di sebuah negara dijalankan dengan menggunakan perwakilan rakyat. [2]

Perbedaan ini disebabkan karena faktor wilayah dan tingkat kepadatan penduduk di suatu wilayah, apabila semakin kecil wilayah dan jumlah rakyat di sebuah kota atau negara maka semakin memungkinkan untuk menggunakan demokrasi secara langsung. Sebaliknya, karena wilayah yang luas dan melonjaknya angka pertumbuhan penduduk sulit untuk menggunakan pemerintahan demokrasi langsung, maka diperlukan perwakilan dari rakyat untuk menyalurkan aspirasi kepada pemerintah.

Pada perjalanannya, bentuk pemerintahan demokrasi sempat tertidur selama abad Pertengahan yakni pada saat Eropa dikuasai oleh kekuasaan raja yang mutlak. Pemerintahan pada abad Pertengahan tidak terdapat unsur kebebasan dalam hal berpolitik, beragama, maupun berkegiatan ekonomi, karena segala sesuatu yang dilakukan harus berkenaan dengan perintah raja atau Paus di Roma yang memimpin kekuasaan agama di seluruh Eropa. Meskipun pada masa ini masyarakat terlihat agak tertekan akibat kekuasaan absolut dari raja, cikal bakal demokrasi mulai muncul meski hanya melingkupi batas tertentu. Seperti munculnya kebebasan beragama yang terbatas terhadap pemeluk agama Protestan di Perancis pada tahun 1598 dengan dikeluarkannya Edict of Nantes oleh Raja Henry IV.[3] Pada saat sebelumnya kita telah mengenal Magna Charta di Inggris pada tahun 1215, yaitu sebuah kontrak Raja John terhadap bawahannya dalam hal penjaminan hak privileges.[4]

 Dari beberapa contoh sebelumnya kita dapat melihat bagaimana demokrasi mulai muncul kembali di tengah suasana yang absolut. Belum dikatakan sepenuhnya menganut sistem demokrasi karena pemerintahan di Eropa masih menganut sistem feodal, masih ada hubungan antara raja dengan bawahannya. Periode ini segera berakhir pada saat munculnya perubahan dalam kebebasan berseni, sastra, serta berbudaya pada abad ke 16. Perubahan semacam ini menandai lahirnya kebebasan dalam hal yang lainnya, seperti berpolitik dan melakukan kegiatan ekonomi.

Kondisi seperti ini yang disebut dengan masa Aufklarung (1650-1800), yaitu masa di mana manusia memiliki kebebasan untuk berpikir mengenai segala ide yang pada abad Pertengahan tidak bisa dilakukan. Sebagai akibatnya kekuasaan raja-raja di Eropa mendapat kritikan dari rakyatnya yang berpikir bahwa kebebasan mereka selama ini telah mendapat tekanan. Untuk itu timbul gagasan mengenai aturan main antara penguasa dengan rakyat yang saling menjamin hak-hak di antara kedua belah pihak dikenal dengan sebutan kontrak sosial.[5]

 Kontrak sosial telah memulai masa pemerintahan yang mengacu pada nilai-nilai demokrasi yang berarti penguasa tidak bisa lagi bertindak sewenang-wenang. Adanya aturan hukum yang mengikat di antara penguasa dan rakyat yang harus dipatuhi membuat kehidupan berpolitik, berkegiatan ekonomi, dan berpikir  menjadi lebih leluasa (tidak berada di bawah tekanan). Keadaan seperti inilah yang mengilhami beberapa peristiwa penting di dunia pada abad ke-18 yakni Revolusi Amerika (1776) dan Revolusi Perancis (1789). Hukum dalam konteks demokrasi merupakan hal yang sangat penting karena untuk menjaga sebuah pemerintahan yang betul-betul bersih dari kontrol mutlak sebuah penguasa. Tanpa hukum, memungkinkan pemerintahan sebuah negara cenderung untuk mengikuti kemauan penguasa. Untuk itu negara sangat memerlukan sebuah konstitusi yang resmi.[6]

Bagaimana pemerintahan demokrasi yang sepenuhnya sudah dapat dijalankan dalam sebuah negara? Apakah terdapat syarat untuk menjadi negara yang demokratis? Tentu ada syarat-syarat seperti itu, menurut Prof. Dr. Jimly Asshiddiqe, S.H. terdapat dua hal penting yang harus dimiliki oleh negara demokrasi. Pertama, adalah kontitusi yang demokratis. Mengutip kata-kata William G. Andrews dalam artikel “France: the Search for Presidentialism” (1966) yang juga dikutip oleh Prof. Dr. Jimly, “konstitusi disatu pihak; menentukan pembatasan terhadap kekuasaan sebagai satu fungsi konstitusionalisme, tetapi di pihak lain; memberikan legitimasi terhadap kekuasaan pemerintahan; juga berfungsi sebagai instrument untuk mengalihkan kewenangan dari pemegang kekuasaan asal (baik rakyat dalam sistem demokrasi atau Raja dalam sistem Monarki) kepada organ-organ kekuasaan negara.” Kedua, penghargaan terhadap hak-hak asasi manusia dan hak-hak warganegara. Hak asasi manusia diperoleh setiap manusia ketika ia lahir dan hak warga negara adalah hak yang diberikan kepada warganegara.[7]


[1] Budiarjo, Miriam, Dasar-Dasar Ilmu Politik. Jakarta: PT Gramdia Pustaka Utama, 2005. hlm.50

[2] Ibid, hlm. 54

[3] Suleman, Zulfikri, Demokrasi Untuk Indonesia. Jakarta: Kompas, 2010. hlm. 117

[4] Budiarjo, Op. Cit., hlm. 54

[5] Ibd, hlm. 56

[6] Asshiddiqie, S.H., Prof. Dr. Jimly, Serpihan Pemikiran Hukum, Media, dan HAM. Jakarta: Konstitusi Press, 2005. hlm. 245.

[7] Ibid, hlm xiv dan xv

Perihal kertapati89
saya baru saja memulai usaha untuk menulis dan saya rasa itu hal yang bagus

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: