SIKAP DAN PERILAKU BURUH DI AMERIKA SERIKAT, Pada Masa Industri Tradisional (Sebelum Tahun 1843)

Perang Saudara telah menandai perubahan yang sangat drastis terutama dalam sektor perekonomian. Industri memiliki peranan terpenting setelah Perang Saudara meskipun pada tahun 1830-an telah berdiri pabrik-pabrik namun tidak dalam jumlah yang sangat besar. Lagipula, produksi industri seperti manufaktur hanya menghasilkan produksi untuk target pasar lokal saja, sementara setelah dibangun sarana transportasi yang memadai setelah perang memungkinkan pemasaran barang hasil produksi ke pasar luar negeri. Komoditi yang pada sebelumnya berada pada sektor perkebunan di Selatan dalam mengolah kapas telah berganti menjadi pabrik-pabrik dengan sistem kerja modern yang akan mengubah sikap orang-orang di Amerika Serikat khususnya buruh.

Sistem kerja yang modern seperti pada industri Lowell di New England yang merubah sistem putting out yaitu sistem kerja yang membuat pesanan barang dalam jumlah besar dengan cara disebarkan ke beberapa pembuatan atau pengrajin. Akibatnya, barang yang dihasilkan terkadang tidak sesuai dengan standar yang sama karena proses pembuatan dilakukan oleh orang yang berbeda-beda. Hal ini yang ingin dihindari oleh para pengusaha yang takut akan keuntungan bisnisnya menurun. Untuk itu dibuat sebuah pola yang baru, yakni dengan sistem kerja modern seperti yang dilakukan di industri manufaktur di Lowell. Sistem Lowell mencoba menyatukan proses pembuatan ke dalam satu tangan. Menggunakan mesin adalah cara yang ditempuh. Dengan sistem ini ukuran, kualitas, dan waktu tidak menjadi kendala. Jumlah produksi dapat diperluas sesuai dengan permintaan.

Pola kerja lama yang digunakan sekitar tahun 1930-an tidak sepenuhnya membawa hal yang buruk, pekerjaan pada saat itu tidak memberatkan para buruh dengan kesibukan kerja yang terjadi pada akhir abad ke-19. Mereka masih memiliki waktu luang yang cukup setelah mereka bekerja, mencoba untuk melepaskan penat dengan bernyanyi di akhir pekan, membeli banyak makanan untuk dihabiskan bersama-sama teman yang lain. Hal serupa juga terjadi di perbengkelan kapal di New York City, kebiasaan santai seolah-olah menjadi sesuatu yang biasa dala pekerjaan mereka. Pekerja pada masa itu masih mengandalkan tenaga dan keahlian mereka daripada mesin, karena pada saat itu mekanisasi di pabrik-pabrik belum dioptimalkan pengoperasiannya dan sistem yang baru belum dibentuk. Perubahan yang terjadi secara cepat setelah Perang Saudara untuk memperbaiki ekonomi Amerika Serikat mengakibatkan pekerja-pekerja tersebut  tidak dapat menyesuikan dirinya dengan sistem modern yang baru diberlakukan. Buruh pada tahun-tahun 1843-1893 juga banyak yang berdatangan dari pedesaan-pedesaan dengan mengandalkan keahlian yang seadanya. Tujuan mereka bekerja di pabrik untuk mengharapkan kesejahteraan yang lebih baik, namun nampaknya keuntungan yang besar hanya dinikmati oleh pengusaha-pengusaha besar.

Sistem kerja modern yang dilaksanakan menimbulkan ketegangan dan berubahnya sikap para buruh. Mereka dipaksa untuk bekerja dengan cepattanpa beristirahat selama 12 jam sehari dalam satu minggu. Bahkan seorang pengusaha mengeluhkan hari libur akan menurunkan keuntungan pabriknya. Para buruh diharuskan bangun pagi-pagi dan bekerja tanpa ada istirahat dan waktu bersenang-senang. Hal ini menimbulkan jiwa berontak dalam diri para buruh, terutama perubahan siap para buruh pria yang ditakutkan akan bertindak kekacauan di pabrik. Pada tahun 1877 seorang pengusaha cerutu di New York menyatakan keluhannya: “Kesulitan yang kami alami dari karyawan pembuat cerutu itu ialah sebagai berikut. Pagi-pagi mereka datang di pabrik, menggulung beberapa cerutu dan  kemudian menghilang ke dalam bar untuk minum bird an bermain pinnocio atau permainan lain, … jadi hanya bekerja selama dua atau tiga jam sehari.” (Allen F. Davis, Harold D. Woodman, 1991:184).

Janji-janji industrialisme untuk mengubah perekonomian Amerika Serikat menjadi lebih baik sempat didukung oleh para buruh dan tukang-tukang terampil. Di satu sisi para pengusaha mendapat keuntungan yang berlimpah namun di lain pihak para buruh yang seharusnya mendapat kesejahteraan dengan layak tidak dapat menikmatinya dan bahkan mereka diharuskan bekerja dalam kondisi yang sulit. Karena itu ketegangan-ketegangan timbul.

Sikap yang mereka miliki dahulu ketika masa pra-industri tidak dapat dihilangkan begitu saja. Sama halnya dengan para imigran yang menjadi buruh, mereka tidak bisa menyesuaikan adat dan tradisi mereka terhadap pekerjaan di Amerika. Seperti hari-hari libur keagamaan yang bersamaan dengan hari kerja menyebabkan pihak pemimpin perusahaan menjadi berang. Beberapa masalah lainnya adalah ketika pria-pria buruh yang tidak merasa nyaman dengan situasi kerja mereka yang ketat kemudaian melakukan aksi-aksi kekacauan. Mereka berpesta di saat jam kerja dan bahkan terdapat perselisihan yang pada akhirnya menyebabkan rusaknya mesin-mesin di pabrik. Para pengusaha yang tidak menginginkan hal ini terjadi kembali lalu memecat para pekerja prianya dan kemudian tertarik kepada pekerja wanita yang dinilai lebih mudah diatur. Kurang pahamnya pengoperasian mesin oleh para buruh juga menyebabkan kelalaian pada kerja mereka pada awal-awal diberlakukannya sistem kerja modern. Terjadi beberapa kecelakaan terhadap buruh karena tidak hati-hati dalam bekerja menggunakan mesin, misalnya jari-jari mereka yang terpotong oleh mesin pemotong otomatis.

Kebiasaan kerja dan sikap yang mereka miliki di masa pra-industri sebelum tahun 1843 masih belum bisa dilepaskan di saat sistem modern telah diterapkan. Mereka masih belum siap untuk secara cepat mengimbangi proses jam kerja serta mekanisasi karena kebiasaan serta sikap tradisional itu masih ada di awal tahun 1870-an. Sikap dan perilaku mereka mengalami perubahan karena terjadi beberapa hal seperti frustasi karena dipaksa bekerja tanpa memiliki waktu bersantai dan juga kesejahteraan yang kurang diperhatikan oleh para pengusaha. Perubahan sikap ini pada akhir abadke-19 menimbulkan gerakan para buruh untuk menentang pemimpin-pemimpin industri untuk menuntuk hak mereka.

Perihal kertapati89
saya baru saja memulai usaha untuk menulis dan saya rasa itu hal yang bagus

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: